Jumat, 28 September 2018

Selangkah Lebih Maju dalam Mengapresiasi Batik: Ketahui Makna Dibalik Motifnya


Sebagai warga Indonesia, tentunya kita boleh bangga karena batik sudah go international, dikenakan oleh public figure dari negeri barat sampai idol Korea Selatan. Ditambah lagi, batik tidak hanya populer di generasi dewasa. Kini, muda-mudi bangsa dengan bangganya mengenakan pakaian dan aksesoris batik dalam kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, apakah sekedar mengenakan batik saja sudah cukup sebagai bukti apresiasi kita terhadap warisan bangsa?

Sebagian dari masyarakat kita, termasuk anak muda, mengenakan batik dengan alasan terpesona akan keindahan motifnya. Akan tetapi, saat ditanya lebih lanjut mengenai makna di balik motif batik yang mereka kenakan, mereka belum tentu bisa menjawab. Lebih dari itu, bisa saja mereka tidak tahu nama motifnya dan dari daerah mana motif itu berasal. 

Mengenakan batik tanpa mengetahui filosofi yang terkandung di balik motifnya bagaikan menyantap ikan goreng tanpa garam, belum lengkap rasanya. Selain untuk melengkapi rasa cinta dan apresiasi kita terhadap batik, mengetahui makna di balik motif batik juga membawa manfaat praktis untuk kehidupan kita sehari-hari. 

Pentingnya Mengetahui Makna Dibalik Motif Batik 
"Tiap motif batik kan ada artinya. Ada yang buat upacara atau berduka. Hal-hal kayak gitu unik dan kita perlu tahu, supaya enggak salah kostum," ucap Ayushita, seorang aktris asal Indonesia, dilansir dari artikel Kompas.com.

Sesuai kata Ayushita, ketidaktahuan kita akan makna di balik motif batik yang kita gunakan dapat menyebabkan ‘salah kostum’!

Mari kita bayangkan sebuah pesta pernikahan yang berlangsung bahagia. Akan tetapi, seorang tamu undangan datang mengenakan kemeja batik dengan motif slobog. 

Batik dengan Motif Slobog

Sekilas, motif slobog seperti gambar di atas memang terlihat elegan, seolah cocok untuk dikenakan ke pesta pernikahan. Tetapi, tunggu dulu. Ternyata, kain slobog, penggunaannya dikhususkan untuk menutup jenazah dan mendoakannya agar mendapatkan jalan yang lapang di alam kubur. Wah, tentunya, batik bermotif slobog sangat ‘salah kostum’ apabila digunakan pada pesta pernikahan. 

Batik dengan Motif Gurda

Selain menghindari ‘salah kostum’, mengenakan batik dengan motif yang sesuai dengan kepribadian kita juga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Saat ingin berkencan, seorang laki-laki dapat mengenakan batik bermotif gurda yang bermakna kepemimpinan dan kejantanan. Dengan demikian, perasaan grogi saat berkencan tertutupi dengan rasa percaya diri setelah mengenakan batik gurda. 


Selangkah Lebih Maju, Wujudkan 'Batik Lebih Baik'
Dengan demikian, apresiasi terhadap batik belum sempurna apabila kita hanya mengenakan pakaian batik tanpa mengetahui makna di baliknya. Mari kita wujudkan ‘Batik Lebih Baik’ dengan mempelajari sejarah dan filosofi mengenai motif Batik Indonesia. Selain menunjukan rasa nasionalisme, memahami makna dibalik motif batik memiliki manfaat praktis untuk kehidupan kita, yakni meningkatkan rasa percaya diri dan menghindari penggunaan motif batik di konteks yang kurang tepat alias ‘salah kostum’.

Berhubung kalender sudah menunjukan tanggal 2 Oktober, penulis ingin mengucapkan, Selamat Hari Batik Nasional! Ayo pakai batik hari ini dan pastikan kita semua bisa menjawab pertanyaan, “Apa makna motif batik yang kamu kenakan hari ini?” 

Salam hangat,
Patricia Stella Harefa
__________________________________________

Referensi:

Selasa, 25 September 2018

M e n d e n g a r k a n

Kalau kamu dilanda suka, kamu beruntung punya kawan yang setia.
Disaat tertancap panah asmara, kamu terus-terusan bercerita tentang kekasih, berkobarkan api semangat.
Walaupun ceritamu diulang-ulang, tidak apa-apa kok. Sang kawan takkan jenuh mendengarkan.
Kawanmu yang setia, pasti memaklumi insan yang rasionya sedang diburamkan oleh cinta.
Yang terpenting baginya adalah kebahagiaanmu.

Kalau kamu dilanda duka, kamu beruntung punya kawan yang setia.
Kamu bisa bersandar di bahunya sambil berkeluh kesah, melampiaskan amarah dan kekecewaan.
Ia pasti juga akan rela apabila bajunya basah, dihujani oleh air matamu....

Akan tetapi, pernahkah kamu berdiri di atas sepatu kawanmu?
Pernahkah kamu masuk ke dimensinya?
Hah, belum? Kemana saja, kamu?
Apakah kamu terlalu sibuk dengan ke-aku-an mu?

Baik, pegang tanganku erat-erat.
Akan kubantu dirimu untuk mengintip isi hati kecilnya.

Lihat!
Ternyata, dia menyimpan luka di balik wajah perhatiannya saat mendengarkan ceritamu.
Ketika pada gilirannya ia ingin menebarkan motivasi, kamu terkantuk dan bilang, "Bisa besok saja ceritanya?"
Ketika ia mau bercerita tentang kegalauannya, kamu sibuk bermain gawai.
Ketika ia bercerita seputar kekasih hati, pada akhirnya justru kamu yang cerita lebih banyak.
Ketika ia bercerita tentang amarahnya, semalam suntuk, kamu menjawab singkat dan acuh, "Yang sabar ya."

Hingga pada suatu hari, musibah besar menimpanya.
Sesungguhnya ia ingin bercerita kepadamu. Tetapi, dia sadar bahwa kamu tidak akan mendengarkan.
Akhirnya, ia memendam dukanya sendirian.
Aku tak tahu dia bisa bertahan seperti itu sampai kapan, sebelum jadi gila.

Jelas, dia memilih untuk memendam rasa sedihnya sendiri.
Apa yang bisa diharapkan dari kamu, manusia yang berorientasi pada dirinya saja?
Hanya bisa cerita, tetapi tidak bisa mendengar.
Dua telinga yang kau miliki seolah seperti pajangan saja.

Sudah, aku tidak ingin marah atau mencari musuh. Tidak ada gunanya.
Aku hanya ingin mengatakan secara baik-baik kepadamu, kamu masih belum terlambat untuk merubah situasi.
Masih ada waktu untuk membuka telingamu lebar-lebar.
Masih ada waktu untuk menyingkirkan rasa ke-aku-an mu yang berlebihan.
Masih ada waktu untuk menempatkan diri di atas sepatunya.

Datangi dirinya.
Tanyakan, apa yang terjadi.
Saat ia mulai bicara, tatap matanya dengan fokus.
Saat ia bercerita, jangan potong ceritanya. Biarkan ia berbicara selama yang ia inginkan.
Oh ya, singkirkan juga gawaimu.
Setelah ia bercerita, peluklah dirinya erat-erat.
Berilah kata-kata penyemangat dan jangan hakimi dia.
Dengan demikian, ia akan lega.
Pada akhirnya ia punya tempat untuk berlabuh di kala riang dan tangis.

Selangkah Lebih Maju dalam Mengapresiasi Batik: Ketahui Makna Dibalik Motifnya

Sebagai warga Indonesia, tentunya kita boleh bangga karena batik sudah go international , dikenakan oleh public figure dari negeri bar...